Doa Sebelum Hubungan Suami Istri: Memohon Keberkahan bagi Keluarga dan Keturunan

by -1826 Views

Pertanyaan: Adakah doa khusus yang dianjurkan dibaca sebelum mulai hubungan? Apa maknanya?

Jawaban: Islam mengajarkan bahwa setiap aktivitas yang baik dianjurkan diawali dengan mengingat Allah. Hubungan suami istri pun tidak terkecuali. 

Aktivitas yang pada asalnya mubah dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan mengikuti adab yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Salah satu adab yang sangat dianjurkan adalah membaca doa sebelum berhubungan intim. Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih yang disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.

Rasulullah ﷺ bersabda:

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami.”

Makna Doa yang Sangat Mendalam

Doa ini bukan sekadar bacaan sebelum memulai hubungan suami istri, tetapi mengandung pendidikan tauhid yang mendalam. Diawali dengan Basmalah, seorang muslim mengakui bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah dan hanya kepada-Nya memohon pertolongan.

Permohonan “jauhkanlah kami dari setan” berarti memohon perlindungan agar hubungan suami istri dijaga dari gangguan yang dapat menghilangkan keberkahan. Adapun kalimat “jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami” merupakan doa agar keturunan yang lahir memperoleh penjagaan Allah sejak awal kehidupannya.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan dianjurkannya membaca doa tersebut sebelum berjima’. 

Sementara Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari menerangkan bahwa doa ini merupakan sebab datangnya keberkahan dan perlindungan Allah bagi anak yang dikaruniakan.

Keutamaan yang Dijanjikan Rasulullah ﷺ

Dalam lanjutan hadis disebutkan:

فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ أَبَدًا

“Apabila Allah menakdirkan lahir seorang anak dari hubungan tersebut, maka setan tidak akan dapat membahayakannya.”

Para ulama hadis menjelaskan bahwa maksudnya adalah Allah memberikan perlindungan khusus sehingga setan tidak mampu menguasai atau memberikan mudarat terhadap anak tersebut sebagaimana gangguannya kepada manusia pada umumnya. Ini merupakan bentuk karunia Allah, bukan berarti anak tersebut terbebas dari kewajiban beriman dan beramal saleh.

Menyempurnakan dengan Adab Sunnah

Selain membaca doa, para ulama fikih seperti Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid, Imam asy-Syafi’i dalam Al-Umm, Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah, dan Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu menjelaskan pentingnya menjaga adab dalam hubungan suami istri. 

Diantaranya memulai dengan kelembutan, saling membahagiakan pasangan, menjaga aurat dari pandangan orang lain, serta menghadirkan niat untuk menjaga kehormatan diri dan membangun keluarga yang diridhai Allah.

Sebagaimana kaidah yang masyhur:

بِذِكْرِ اللَّهِ تَحِلُّ الْبَرَكَاتُ

“Dengan mengingat Allah, keberkahan akan hadir.”

Karena itu, doa sebelum hubungan suami istri bukan sekadar ritual, melainkan wujud kesadaran bahwa bahkan dalam urusan yang paling pribadi sekalipun, seorang mukmin senantiasa menggantungkan diri kepada Allah dan memohon agar keluarganya menjadi keluarga yang penuh keberkahan. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.