Ilmu Itu Cahaya, Kebodohan Adalah Kegelapan

by -1589 Views

Ketika seseorang berjalan di jalan yang gelap pada malam hari, hal pertama yang ia cari adalah cahaya. Bukan karena cahaya mengubah tujuan perjalanannya, melainkan karena cahaya membantunya melihat arah, mengenali bahaya, dan melangkah dengan aman. 

Demikian pula kedudukan ilmu dalam kehidupan manusia. Ilmu tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup menuju ridha Allah SWT.

Para ulama sering menggambarkan ilmu sebagai nur (cahaya), sedangkan kebodohan sebagai zhulumat (kegelapan). Cahaya membuat seseorang mampu melihat hakikat sesuatu sebagaimana adanya, sementara kegelapan menjadikan manusia mudah tersesat meskipun memiliki niat yang baik.

Ilmu: Pembeda Kemuliaan Manusia

Imam Al-Zarnuji dalam kitab Ta‘līmu al-Muta‘allimi Ṭarīqa at-Ta‘allumi  menjelaskan bahwa ilmu merupakan sifat yang dengannya seseorang mampu memahami hakikat berbagai perkara.

Kemuliaan ilmu tidak terletak pada banyaknya informasi yang dimiliki seseorang, melainkan pada kemampuannya mengantarkan manusia kepada ketakwaan dan pengenalan yang benar terhadap Allah SWT.

Beliau mengutip syair yang sangat terkenal:

تَعَلَّمْ فَإِنَّ الْعِلْمَ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ
وَفَضْلٌ وَعُنْوَانٌ لِكُلِّ الْمَحَامِدِ

“Belajarlah, karena ilmu adalah perhiasan bagi pemiliknya, keutamaan, dan tanda bagi segala kemuliaan.”

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan perbedaan mendasar antara orang berilmu dan yang tidak berilmu:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan penegasan tentang keutamaan ahli ilmu karena mereka mengenal Allah, memahami syariat-Nya, dan mampu membedakan antara kebenaran dan kesalahan. 

Pertanyaan dalam ayat tersebut bersifat retoris, yang jawabannya jelas: keduanya tidaklah sama.

Dengan kata lain, ilmu adalah salah satu faktor yang mengangkat kualitas kemanusiaan seseorang. Ia bukan sekadar pelengkap hidup, melainkan kebutuhan dasar bagi perjalanan ruhani seorang Muslim.

Kebodohan: Kegelapan yang Menyesatkan

Jika ilmu adalah cahaya, maka kebodohan adalah kegelapan. Kegelapan membuat seseorang kehilangan arah, bahkan terkadang tidak menyadari bahwa dirinya sedang tersesat.

Imam Al-Zarnuji mengutip syair yang sarat makna:

الْجَهْلُ مَوْتٌ لِأَهْلِهِ قَبْلَ قُبُورِهِمْ

“Kebodohan adalah kematian bagi pemiliknya sebelum ia masuk ke dalam kuburnya.”

Maksudnya bukan kematian jasad, melainkan kematian hati dan akal. Seseorang mungkin hidup secara fisik, tetapi jika tidak memiliki petunjuk ilmu, ia akan kesulitan memahami tujuan hidupnya.

Karena itulah para ulama salaf sangat khawatir terhadap ibadah yang tidak dibimbing oleh ilmu. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa amal tanpa ilmu rentan melahirkan kesalahan, sebagaimana seorang musafir yang berjalan tanpa peta akan mudah tersesat meskipun semangatnya besar.

Ada sebuah kaidah yang sering dikutip para ulama:

العِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

“Ilmu harus didahulukan sebelum berbicara dan beramal.”

Kaidah ini menunjukkan bahwa ilmu berfungsi sebagai penuntun. Semakin terang cahaya ilmu, semakin tepat arah langkah seseorang.

Menyalakan Lentera untuk Diri dan Masyarakat

Keutamaan ilmu tidak berhenti pada manfaat pribadi. Seorang penuntut ilmu juga memikul amanah untuk menghadirkan cahaya bagi lingkungannya. Dalam tradisi tarbiyah Islam, belajar bukan hanya untuk menghilangkan kebodohan dari diri sendiri, tetapi juga untuk membantu orang lain menemukan jalan yang benar.

Ibarat sebuah lampu, cahaya tidak berkurang ketika digunakan untuk menerangi ruangan lain. Justru semakin banyak manfaat yang diberikan, semakin terasa keberadaannya.

Karena itu, jangan pernah meremehkan proses belajar. Setiap halaman yang dibaca, setiap kajian yang dihadiri, dan setiap ilmu yang diamalkan sesungguhnya adalah upaya menyalakan lentera kehidupan. Ditengah berbagai kebingungan zaman, ilmu yang benar akan menjadi cahaya yang menuntun manusia menuju ketenangan di dunia dan keselamatan di akhirat. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.