Keluarga sebagai Amanah Ilahiyah

by -1730 Views

Di antara kesalahan yang sering terjadi dalam memandang keluarga adalah menganggap pernikahan semata-mata sebagai hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan. 

Padahal, Islam memandang keluarga lebih tinggi daripada itu. Keluarga adalah amanah dari Allah SWT yang dititipkan kepada manusia untuk dipelihara, dijaga, dan dipertanggungjawabkan.

Ketika seorang Muslim memahami bahwa keluarganya adalah amanah Ilahiyah, cara pandangnya akan berubah. Ia tidak lagi melihat rumah tangga sebagai sekadar tempat tinggal bersama, melainkan sebagai ladang ibadah dan ruang pengabdian kepada Allah. 

Dalam perspektif tarbiyah Islamiyah, kesadaran tentang amanah inilah yang melahirkan rasa tanggung jawab, kesungguhan, dan komitmen dalam membangun keluarga.

Peribahasa Arab mengatakan:

الْأَمَانَةُ تَجْلِبُ الْكَرَامَةَ

“Amanah akan melahirkan kemuliaan.”

Keluarga yang dibangun di atas amanah akan melahirkan kemuliaan bagi seluruh anggotanya, baik di dunia maupun di akhirat.

Pernikahan: Perjanjian yang Dilandasi Amanah

Kesakralan keluarga dimulai sejak akad nikah dilangsungkan. Islam tidak memandang akad sebagai kontrak biasa, tetapi sebagai ikatan yang mengandung tanggung jawab di hadapan Allah SWT.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ، فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ

“Bertakwalah kalian kepada Allah dalam memperlakukan para wanita, karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah Allah.” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ungkapan بِأَمَانَةِ اللَّهِ menunjukkan besarnya hak seorang istri yang wajib dijaga dan ditunaikan oleh suaminya. Hubungan suami istri bukan hubungan kepemilikan, melainkan hubungan amanah yang harus dipelihara sesuai petunjuk Allah.

M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an menjelaskan bahwa kata amanah berasal dari akar kata yang sama dengan aman (rasa aman). Amanah mengandung makna kepercayaan yang diberikan kepada seseorang dengan keyakinan bahwa ia akan menjaganya dengan baik. Karena itu, suami adalah amanah bagi istri, dan istri pun amanah bagi suami.

Rumah tangga yang kehilangan kepercayaan akan sulit mencapai ketenangan. Sebaliknya, ketika amanah dijaga, akan lahir rasa aman yang menjadi fondasi kebahagiaan keluarga.

Anak-Anak: Amanah Pendidikan dan Pembinaan

Amanah keluarga tidak berhenti pada hubungan suami dan istri. Kehadiran anak-anak juga merupakan titipan Allah yang harus dipelihara melalui pendidikan dan pembinaan yang benar.

Allah SWT berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrīm: 6)

Imam Ath-Thabari dan Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan orang tua untuk mendidik keluarganya dengan ilmu, iman, dan ketaatan agar mereka selamat di dunia dan akhirat.

Dalam sebuah atsar yang masyhur, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan:

عَلِّمُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمُ الْخَيْرَ

“Ajarkanlah kebaikan kepada diri kalian dan keluarga kalian.”

Inilah inti amanah pendidikan dalam Islam. Orang tua bukan hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan materi anak-anaknya, tetapi juga menanamkan akidah, akhlak, ilmu, dan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal mereka sepanjang hayat.

Amanah yang Akan Dipertanggungjawabkan

Islam mengajarkan bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Menurut Imam An-Nawawi, hadis ini mencakup seluruh bentuk kepemimpinan, termasuk kepemimpinan dalam keluarga. Karena itu, membangun keluarga bukan hanya proyek duniawi, melainkan bagian dari perjalanan menuju akhirat.

Apabila amanah keluarga dijaga dengan baik, rumah akan menjadi tempat tumbuhnya iman, ilmu, dan akhlak. Dari keluarga yang sehat akan lahir masyarakat yang sehat, dan dari masyarakat yang sehat akan tumbuh peradaban yang kuat. Sebaliknya, mengabaikan amanah keluarga berarti mengabaikan salah satu titipan terbesar yang Allah percayakan kepada manusia. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.